Rabu, 20 April 2016

Pengantar Ilmu Sejarah

KESADARAN SEJARAH
Oleh: Muhammad Aulia Iskandar Muda
NIM: 1501075015

Sejarah, (dari Bahasa Arab syajara, yang berarti “terjadi”, syajarah berarti “pohon”, syajarahan-nasab “berartipohonsilsilah”; Bahasa Inggris history; Bahasa Latin dan Yunani historia; BahasaYunani historatauistor berarti “orang pandai”).


Istilah yang memakai kata sejarah
Sejarah itu dua macam, yaitu yang terjadi di luar pengetahuan manusia (disebut juga sejarah objektif) dan yang terjadi sepengetahuan manusia (disebut juga subjektif). Kata “sejarah” dalan “sejarah nasional” merujuk pada sejarah subjektif itu. (akan dijumpai kata-kata) objektif dan subjektif dengan arti berbeda.) adapun “Ilmu Sejarah” atau “sejarah” (tanpa kata ilmu dan ditulis dengan “s” kecil) sudah sering didengar sekalipun sering disalahpahamkan,ialah ilmu yang akan diajarkan di Jurusan Sejarah. Demikian juga kata “sejarah” yang digunakan dalam banyak profesi yang berkenaan dengan kesejarahan. Kata-kata yang memakai sejarah diantaranya, adalah guru sejarah,pegawai sejarah,pencatat sejarah,pelaku dan saksi sejarah,serta peneliti,dan penulis sejarah. Yang terpenting adalah peran guru sejarah untuk menyadari siswa-siswi/generasi muda untuk lebih sadar sejarah bangsa mereka sendiri. Dengan begitu mereka akan mempelajari sejarah lebih dalam dan lebih luas lagi. Sejarah tidak mengenal kata waktu, Sejarah tidak akan ada ujungnya.

Guru Sejarah                     
Guru Sejarah selalu berhubungan dengan pelajar dalam pengajaran sejarah.
Untuk SD, sejarah dibicarakan dengan pendekatan estetis. Artinya diberikan semata-mata untuk menanamkan rasa cinta kepada perjuangan,pahlawan,tanah air dan bangsa.
Untuk SMP, untuk menanamkan pengertian bahwa mereka hidup bersama orang, masyarakat,dan kebudayaan lain,baik yang dulu maupun yang sekarang.
Untuk SMU, sejarah diberikan secara kritis,mereka diharapkan sudah bisa berpikir mengapa sesuatu terjadi,apa sebenarnya yang telah terjadi,dan kemana arah kejadian-kejadian itu. Serta bisa membedakan peristiwa-peristiwa yang berkaitan.

Pengantar ilmu sejarah,kuntowijoyo


Sam Wineburg adalah seorang professor jurusan Pendidikan di Stanford University, ia juga menjadi professor jurusan Studi Kognitif dan professor jurusan Sejarah di University of Washington, Seattle. Bukunya ini mengantarkannya untuk meraih penghargaan dalam The Frederic W. Ness Book Award. Penghargaan ini diberikan pada buku yang memberikan kontribusi terhadap  pemahaman dan peningkatan kualitas pendidikan liberal. Buku ini menambah pengalaman kita dalam rangka berpikir historis. Dengan belajar sejarah kita dapat menempatkan diri kita sebagai salah satu bagian dari kehidupan ini yang penuh tantangan, gejolak, perbedaan yang seharusnya kita sikapi dengan arif dan bijaksana. Juga kita bisa belajar menghargai perbedaan pendapat, perbedaan tafsir dalam sebuah sumber sejarah., bahkan kita pun bisa meragukan atas tulisan sejarah yang sudah ada. Kita bisa menulis ulang sejarah yang obyektif dan bebas prasangka.
            Wineburg mengungkapkan ketika masyarakat terus digoncang oleh berbagai masalah sosial tempat sejarah dalam kurikulum tetap goyah. Sejarah selalu diminta untuk membela diri di tengah – tengah desakan untuk mengajarkan “ pendidikan lingkungan,” “pendidikan jasa “ “ pendidikan perdamaian” dan banyak lagi pesaing – pesaing yang lain. Buku ini sangat penting sekali sebagai referensi bagi guru – guru sejarah maupun ilmu sosial yang lain dan juga para pejabat Negara yang penuh dengan berbagai kepentingan politik, karena dapat memberikan arti yang lebih mendalam mengenai pembelajaran sejarah dan bagaimana cara mengajarkan sejarah dengan  baik sehingga membawa manfaat yang signifikan pula pada siswa sebagai salah satu bagian dari warga Negara dalam menghadapi tantangan jaman dengan cara  MEMETAKAN MASA DEPAN , MENGAJARKAN MASA LALU.
             




Berpikir Historis,Sam Wineburg

Kesadaran sejarah dalam prisma Soejatmoko adanya atau perlu susunan pendidikan yaitu “kemampuan belajar” suatu bangsa, generasi-generasi muda seperti dibangku perkuliahan dibutuhkan untuk mewujudkan cita-cita nasional Indonesia,suatu masyarakat yang adil dan makmur.
 Orientasi masalah atau orientasi disiplin,suatu universitas bersusun rangkap,pembaruan kurikulum secara terus menerus, proses tersebut sangat berpengaruh dalam menyadari sejarah suatu bangsa, benar penjelasan dibuku Sam Wineburg “. Dengan belajar sejarah kita dapat menempatkan diri kita sebagai salah satu bagian dari kehidupan ini yang penuh tantangan, gejolak, perbedaan yang seharusnya kita sikapi dengan arif dan bijaksana” .Dan dijabarkan dibuku Kuntowijoyo “adalah guru sejarah,pegawai sejarah,pencatat sejarah,pelaku dan saksi sejarah,serta peneliti,dan penulis sejarah yang baik secara langsung maupun tidak langsung berperan dalam pembentukan proses sejarah itu sendiri. Yang terpenting adalah peran guru sejarah untuk menyadari siswa-siswi/generasi muda untuk lebih sadar sejarah bangsa mereka”
.







Prisma Soejatmoko




 Di dalam buku Helius Sjamsuddin BAB III penelitian kita dapat mempelajari “ metode-metode dengan suatu prosedur,proses,atau teknik yang sistematis dalam penyelidikan suatu disiplin ilmu tertentu untuk mendapatkan objek(bahan-bahan) yang diteliti”. Metode-metode ini sangat berguna untuk mahasiswa atau generasi yang akan mengerjakan tugas ilmiah/penemuannya dengan metode-metode tersebut. Contoh : mahasiswa yang membuat karya ilmiah harus adanya fakta-fakta yang bersangkut paut dengan penulisannya tersebut. Sejarah bukanlah mitos atau cerita-cerita yang tidak penting. Yang disebutkan dalam buku Sam Wineburg “Sejarah selalu diminta untuk membela diri di tengah – tengah desakan untuk mengajarkan “ pendidikan lingkungan,” “pendidikan jasa “ “ pendidikan perdamaian” dan banyak lagi pesaing – pesaing yang lain. Buku ini sangat penting sekali sebagai referensi bagi guru – guru sejarah maupun ilmu sosial yang lain dan juga para pejabat Negara yang penuh dengan berbagai kepentingan politik, karena dapat memberikan arti yang lebih mendalam mengenai pembelajaran sejarah dan bagaimana cara mengajarkan sejarah dengan  baik sehingga membawa manfaat yang signifikan pula pada siswa sebagai salah satu bagian dari warga Negara dalam menghadapi tantangan jaman” .












Helius Sjamsudin




Dalam buku Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah, Sartono Katodiro
 Kita menginjak tahap pengembangan historiografi Indonesia yang perlu disebarkan dengan (pelajaran latar belakang/berbagai) cakrawala.dalam tahapan historiografi,dan Seorang penulis sejarah harus menguasai sumber sejarah yang akan ditulisnya dengan adanya dokumen atau sumber-sumber sejarah,dan seorang penulis sejarah sekurang-kurangnya memiliki kemampuan untuk mengekspresikan pengetahuannya dalam bentuk tulisan dan lisan,membaca dan berbicara terhadap sumber yang diolahnya,memiliki kepekaan terhadap kritik dan saran demi perbaikan tulisannya.
Klasifikasi sumber guna untuk diklasifikasikan sumber sejarah dengan sumber material,immaterial,lisan,pertama dann kedua,dan depo sumber. Jadi, sumber sejarah adalah past actuality yang memberi penjelasan tentang peristiwa masa lampau,dan sumber sejarah adalah bahan penulisan sejarah yang mengandung bukti baik lisan maupun tertulis. Dan kini agar dapat mengungkapkan perbagai dimensi tingkah laku perlu dengan alat-alat analitisnya “meminjam” konsep serta teori dari ilmu-ilmu sosial. Dari historografi kita dapat mengetahui fakta-fakta sejarah yang ada dan lebih menyadari sejarah bangsa. Sejarah bangsa kita sendiri terbilang cukup luas dan banyak sehingga kita harus lebih tekun dan giat untuk mempelajarinya








Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah, Sartono Katodiro


0 komentar:

Posting Komentar