Sabtu, 15 Juli 2017

Perlawanan Sosial di Era Kolonial Belanda Untuk Mencapai Kemerdekaan

Era Kolonial Belanda terbagi menjadi dua dimana pada periode pertama kita dijajah VOC (1602-1799). VOC adalah sebuah asosiasi pedagang-pedangang Belanda untuk menaungi dan mempersatukan mereka dari para pesaing pedagang-pedagang asing lainnya. Berpusat di Batavia, VOC berhak mengangkat gubernur di wilayah jajahannya dan bahkan mencetak mata uang. 

Setelah merebut Kerajaan Mataram dan Banten, VOC mulai memperlihatkan kesewenang-wenangaannya sebagai pendatang yang tidak mau menghormati warga setempat. Perlawanan pun terjadi dimana-mana. Mulai dari perlawananan aliansi Jawa-China pada Geger Pacinan 1740-1743 dimana warga China dibantai di Batavia. Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa di Banten juga dipatahkan lewat politik devide et impera (pecah belah dan jajahlah) yang berhasil. Di Makassar Kerajaan Gowa-Tallo juga berhasil ditaklukkan.

Pada akhir abad ke-18 terjadi Revolusi Perancis yang menyebar pahamnya ke seluruh Eropa termasuk negeri Belanda. Bahkan Napoleon sang Kaisar Revolusioner menduduki Belanda dan mendudukan adiknya Louis Bonaparte sebagai raja disana. VOC pun mengalami kebangkrutan dan kekayaanya diambil alih oleh pemerintah Belanda.

Pmerintah Kolonial Belanda hanya berlangsung selama 11 tahun  setelah pihak Inggris dibawah pimpinan Raffles menduduki pulau Jawa dan menduduki beberapa kota pemerintahan. Inggris sempat menerapakan beberapa perubahan dimana sistem feodal perlahan-lahan dihapuskan yang sempat membingungkan para raja-raja Jawa. Namun sesuai dengan Traktat London 1816, Hindia Belanda dikembalikan ke Belanda lagi. Mulailah kita merasakan pahitnya pendudukan langsung dibawah mahkota Belanda.

Van den Bosch, Gubernur Jenderal Hindia Belanda menerapakan sistem tanam paksa yang sangat membebani kaum rakyat Nusantara. Perlawanan pun terjadi dimana-mana. Perang Diponegoro(1825-1830) dan Perang Paderi (1821-1837) yang terjadi disaat bersamaan benar-benar merepotkan pihak pemerintah Belanda. Perlawanan Petani Banten 1888, Perlawanana Non-Fisik KH.Ahmad Rifai dari Kendal, Jawa Tengah yang pada akhirnya dibuang ke Ambon sampai beliau meninggal disana dan masih banyak lagi perlawanan benar-benar membuat Belanda dibuat kewalahan. Istilahnya 'Mau Untung Malah Buntung'. 

Perlawananan-perlawanan sosial ini baik dari segi agama maupun dari segi sosok pemimpin suatu daerah memang merepotkan, namun ternyata hal ini tidak meruntuhkan keeksistensian pihak Kolonial Belanda. Pada akhirnya terjadi juga protes terjadi didalam negeri sendiri dimana pihak Belanda akhirnya menerapkan sistem politik balas budi atau sering disebut politik Etis. Meski juga banyak desakan agar Indonesia diberi model dominion seperti jajahan Inggris, namun pemerintaha Belanda belum berani bersikap demikian, Belanda hanya membentuk sebuah dewan rakyat Volksraad yang sistemnya masih dikendalikan Belanda. Tetapi pada awal abad ke-20, sebuah era perjuangan baru timbul yang pada akhirnya tahun 1945 kita berhasil meraih kemerdekaan.

Demikian yang bisa saya sampaikan. Kritik dan Saran ditunggu. Terima kasih

Selasa, 28 Maret 2017

Granada, Kota ku yang tercinta

                                                                
Bismillah saya berupaya menulis tentang kehidupan saya yang boleh dibilang selalu naik turun ini. Moga-moga tulisan saya ini bermanfaat bagi semua kalangan.

Saya hanyalah merupakan penduduk biasa, bukan bangsawan, bukan militer dan bukan juga kaum cendekiawan. Hidup kami tergolong cukup baik. Saya lahir ditengah-tengah keadaan masyarakat yang sedang mengalami krisis iman dan kepercayaan.

Tentara gabungan Aragon-Kastilia sudah menaklukkan Sevilla minggu lalu, dan hanya wilayah kami yang tersisa diantara wilayah muslim-muslim yang lain. Kami terkepung, tidak ada bantuan dari negara Muslim terdekat. Bahkan Armada Aragon-Kastilia sudah memblokade laut kami.

Dulu Kakek saya sering bercerita betapa 7 abad yang lalu, Kami para pejuang muslim dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad memimpin pasukan dan berhasil menguasai ¾ wilayah ini. Kami berjaya dan menjadikan Cordoba ibukota. Orang-orang berdatangan ke negeri kami untuk berdagang, berwisata, mencari ilmu menjadikan wilayah kami sebagai wilayah populer muslim yang terujung juga terjauh di luar jazirah Arab.

Sejak perubahan politik di Jazirah Arab, kami berada dalam kondisi kebingungan. Abdurrahman berhasil menguasai tahta di negeri Andalusia kami yang tercinta ini. Memang pemimpin ini agak sedikit keras namun beliau orang yang mampu memerintah dengan baik. Nama beliau sangat melegenda dan sampai sekarang masih dielu-elukan bak pahlawan.

Perlakuan dari Dinasti Abbasiyah yang menganggap negeri kami sebagai negeri sesat membuat negeri kami terkurung sendirian dan tanpa sekutu yang dapat meruntuhkan negeri ini dalam sekejap. Bahkan yang membuat sedih, mereka membuat perjanjian dengan kaum Katolik untuk menyerang kami. Sangat-sangat memalukan dan tidak bermoral. Padahal di Al-Quran sudah dijelaskan bahwa janganlah membuat persekutuan dengan Kaum Nasrani dan Yahudi. Sebenarnya yang sesat  itu mereka atau kami?

Zaman ini telah berlalu dan negeri kami mendapat tekanan dari mana-mana. Dari bagian utara kami ditekan oleh kaum Asturias, dari timur ada kaum Frenk dan Kepausan dan dari selatan ada kaum Fathimiyah yang beraliran Syiah yang mengaku mereka keturunan dari kaum anak nabi Muhammad SAW.

Kami terpecah-pecah sejak pasukan Nasrani kembali merangsek maju ke wilayah kami ke selatan dan membentuk bermacam-macam negara bagian(thaifa) yang satu sama lain tidak saling percaya padahal sesama muslim dan banyak diantara mereka yang justru membuat persekutuan dengan negara-negara Nasrani terdekat dan alhasil wilayah kami kian menipis.

Jatuhnya Kekhalifahan Fathimiyah membuat banyak dinasti-dinasti baru bermunculan di Afrika salah satunya adalah Dinasti Murabithun(Almoravid). Pemimpin mereka yang bernama Yusuf dikenal sebagai salah satu orang yang selama hidupnya selalu berjihad. Atas permintaan dari negara-negara kaum Andalusia beliau bersedia mensupport kami di Andalusia. Alhasil pasukan Nasrani untuk sementara menghentikan invasi mereka.

Namun perlakuan kaum Andalusia terhadap mereka sangatlah buruk, karena perbedaan status sosial antara kaum kami dan mereka. Karena tidak mendapat dukungan lagi dari mereka kaum Murabithun mundur ke Afrika dan sekali lagi kami ditinggalkan. Di Barat Portugal memerdekakan diri dari kaum Nasrani Leon.

Dinasti Murabithun jatuh di Afrika dan digantikan dinasti Muwahiddun (Almohad). Sekali lagi kami meminta pertolongan kepada mereka dan mereka mau meresponnya dengan baik. Kedatangan Almohad ini mampu memberikan minimal penghentian Reconquista. Namun gaya hidup mereka yang selalu berada di padang pasir sangat berbeda dengan kehidupan kami yang dipenuhi kemewahan sehingga lagi-lagi respon yang buruk membuat kaum Muwahiddun meninggalkan kami. Dinasti ini kemudian lagi-lagi runtuh dan sekarang kami sendirian. Meminta ke Ottoman? Ottoman Turki terlalu jauh dan belum mampu membantu kami.

Sementara itu terjadi konflik internal antara Portugal dan Kastilia serta Aragon. Namun kami tidak dapat memanfaatka situasi ini akibat kami kekurangan pasukan dan minim kepercayaan. Sementara itu Portugal sudah mencapai selatan semenanjung dan hingga kini menjadi perbatasan Portugal modern.

Saat ini hanya wilayah kami Granada yang tersisa, terpencil dan menghadapi musuh yang ganasnya bukan main. Sementara itu Aragon dan Kastilia bergabung dengan pernikahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Mereka menggabungkan kekuatan untuk mempersempit ruang gerak kami. Berita tentang penaklukkan Kota Konstantinopel di Timur membuat seluruh dunia Kristen gempar dan berduka, sedangkan dunia Muslim bersuka cita namun tidak dengan kami. Kami yakin bahwa negeri kami tinggal menunggu waktunya saja untuk jatuh. Kaum Nasrani pastinya akan dendam kesumat kepada kami.

Granada sekarang diperintah oleh Muhammad XII Boabdil yang kepemimpinannya boleh dikatakan buruk. Muhammad XIII Al-Zagal mengkudetanya dan Boadbil lari ke kaum Nasrani meminta bantuan. Sebuah tindakan yang memalukan. Akhirna Boabdil dilepas untuk berperang melawan kami sendiri. Boabdil berhasil merebut beberapa wilayah kami namun kota Granada masih kokoh berdiri saat itu.

Pada akhirnya teknologi meriam mesiu mulai diperkenalkan di Eropa dan digunakan untuk melawan kami. Pada awalnya kami masih sanggup bertahan, namun kami kekurangan logistik dan kami pun menyerah. Hilang sudah kekuasaaan Islam di negeri ini. Kami diberi pilihan masuk Nasrani atau keluar dari negeri ini. Beberapa dengan terpaksa masuk Nasrani, beberapa kemudian memutuskan untuk pindah ke negeri Muslim terdekat dan beberapa juga masih menyembunyikan keislaman dengan beribadah secara diam-diam. Pada akhirnya mereka melanggar janji mereka dengan membantai kami dengan cara-cara yang tidak terbayangkan.

Saya sendiri berhasil kabur dari Spanyol menuju kearah selatan ke negeri Maroko. Setiap saya melihat laut, saya membayangkan Spanyol apakah bakal balik kembali ke tangan kami. Saya berjalan dengan tanpa arah hingga ke wilayah kekhalifahan Ottoman di Mesir. Ottoman disini habis menaklukkan Dinasti Mamluk untuk menyelamatkan orang-orang Islam disana yang berpaham Syiah.

Saya memutuskan bermukim disini karena disini wilayahnya tergolong subur. Saya juga membayangkan kapan Ottoman Turki dapat kembali lagi ke Andalusia atau sampai kapankan dinasti akan bertahan  lama? Wallahu alam tidak ada yang tahu. Saya hanya berdoa supaya kaum Muslimin bisa bersatu menghadapi tekanan-tekanan dari luar maupun dalam Amin Ya rabbal ‘alamin.

Hanya ini yang bisa saya ceritakan, mudah-mudahan kisah saya ini menjadi bahan pelajaran untuk kaum muslimin dimanapun dan kapanpun. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.



Sabtu, 04 Maret 2017

Alexander Nevsky, Sang Penyelamat Timur dan Kristen Ortodox



Selamat malam, sudah lama saya tidak menulis di blog ini. Kali ini saya akan membahas tentang sejarah Eropa Timur abad pertengahan, tetapi kali ini saya akan membahas biografi seorang tokoh yang bernama Alexander Nevsky yang gambarnya berada diatas artikel ini. Siapakah Alexander Nevsky? Mari kita bahas,

Alexander Nevsky merupakan seorang pangeran Novgorod lahir di Pereslavl-Zalessky, Vladimir-Suzdal yang sekarang berada di wilayah Rusia. Kievan Rus yang menjadi cikal bakal modern sedang berganti menjadi Negara Novgorod. Negara ini mempunyai basis Kristen Ortodox yang cukup besar akibat hasil dari migrasi Kekaisaran Byzantium yang semakin melemah akibat tekanan dari orang-orang Saracen(sebutan orang Eropa untuk Arab Timur Tengah) dan Turki.

Pada sekitar abad ke-13,Bangsa Mongol yang sedang menuju puncak keemasan dibawah Jengis Khan merebut sebagian besar wilayah Novgorod dan menjadikan Novgorod negara bawahan Mongol tepatnya Mongol Gorden Horde. Hal ini menjadikan kesempatan bagi para Katolik Roma untuk menaklukkan daerah ini karena daerah ini tidak mau mengakui kepausan di Vatikan karena berbeda keyakinan.

Pada waktu itu, Alexander Nevsky dikucilkan oleh orang-orang kaya Novgorod akibat berbeda paham tentang tunduknya Novgorod terhadap Mongol. Namun mendengar ancaman Raja Swedia yang ingin menyerang Novgorod karena diming-imingi bantuan dan doa oleh Paus, Alexander Nevsky diminta untuk mempertahankan Novgorod dan hasilnya pasukan Swedia kalah.

Pada tahun 1242, pasukan besar dari kepausan Roma dan Ordo Teutonik(Ordo yang disiapkan untuk Perang Salib di Tanah Suci Jerussalem) bergabung untuk mennyerang Novgorod dan memaksa mereka untuk mengakui kepausan. Mendengar hal ini, orang-orang kaya Novgorod kembali meminta Alexander Nevsky untuk mengangkat senjata melawan invasi dari Barat ini. Alexander Nevsky kembali menyanggupi permintaan ini. Paus juga menganggap ini adalah perang Salib menyusul kefrustasian pihak Roma untuk menaklukkan Jerussalem.

Pasukan Alexander Nevsky, berkumpul di sekitaran Danau Peipus yang membeku yang membuatnya disebut pertempuran Es, kekuatan sebenarnya cukup berimbang namun pasukan Barat memakai baju zirah yang tebal, tidak seperti pasukan Alexander Nevsky.

Pasukan Alexander Nevsky berpura-pura lari ke Danau Beku namun ini adalah siasat. Ketika pasukan musuh sampai di Danau Beku ini, mereka dihujani oleh pemanah dan sergapan kavaleri. Banyak diantara mereka tewas, Retakan Danau Es juga mengakibatkan pasukan musuh terpeleset dan tenggelam diantara es-es yang mencair. Sisanya pasukan-pasukan Barat pada melarikan diri. Pasukan Alexander Nevsky memperoleh kemenangan.

Dampak dari kekalahan ini ialah moral Katolik Roma merosot dan sebaliknya moral Kristen Ortodox naik berkali-kali lipat. Pihak Barat akhirnya meminta supaya pasukan Nevsky tidak melanjutkan invasi ke Barat. Alexander Nevsky berpendapat bahwa ia hanya mempertahankan negerinya dan tidak berkeinginan melanjutkan invasi ke Barat. Diadakanlah kesepakatan bahwa pasukan Barat tidak akan menyerang Timur lagi.

Alexander Nevsky dianggap pahlawan oleh orang-orang Russia hingga kini karena berhasil menghentikan invasi Barat ke Timur dan menyelamatkan Kristen Ortodox hingga hari ini. Seandainya beliau gagal, Kristen Ortodox mungkin punah dan Russia mungkin tidak berdiri sebesar sekarang ini. Jika Kristen Ortodox berhasil dikalahkan, mungkin tidak akan ada Reformasi Gereja,

Pada Perang Dunia ke-2, ketika Jerman menginvasi Russia, nama Alexander Nevsky diangkat-angkat dan dipropagandakan oleh Uni Soviet untuk meningkatkan moral pasukan Uni Soviet yang bertempur karena beliau datang dari jaman sebelum kekaisaran Russia. Bahkan, Kantor-Kantor Pemerintah Russia memajang gambar beliau atas jasanya yang sangat besar untuk Russia modern ini.

Sedangakan Barat, sampai saat ini masih tidak bisa melupakan kekalahan memalukan ini dan sangat membenci kehadiran tokoh ini terutama bagi kalangan kepausan.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga artikel kecil ini bermanfaat bagi kita semua. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan. Kritik dan Saran kami terima. Terima kasih Wassamualaikum Wr.Wb


Rabu, 30 November 2016

Review SSPI Pertemuan IV

Assamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh para pembaca, kembali bersama saya Muhammad Aulia Iskandar Muda sebagai penulis dan empunya blog ini. Saya akan kembali mereview Pertemuan SSPI minggu lalu.

Saya ingin menyingkatkan waktu dikarenakan waktu saya yang cukup sempit dimana saya disibukkan dengan tugas-tugas kampus dan dirumah sendiri hari ini kita akan membahas tentang Islamic Worldview Agama, Manusia dan Alam.

Islam adalah agama atau din yang benar diantara agama-agama yang ada di muka bumi ini. Mengapa saya berani berkata demikian karena sudah jelas di Surah Ali Imran ayat 19 dan 83 yang menyatakan Islam adalah sebenar-benarnya agama dan Agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam. Jadi mohon maaf untuk agama lain, bukan bermaksud merendahkan namun menurut ajaran kami yang langsung dari Allah SWT, ajaran kalian adalah salah.

Kata din yang diawal saya sebutkan sebenarnya tidak tepat untuk diartikan sebagai agama. din berasal dari kata dayn yang artinya hutang, maksudnya hutang disini ialah manusia hidup di dunia ini sebenarnya adalah hutang dari Allah SWT yang dimana kita harus menebusnya di dunia ini dan di akhirat nanti kita akan ditagih kembali oleh Allah SWT atas apa yang telah manusia perbuat di dunia. Dan dari Dayn diperoleh kata Madinah yang berarti kota Madinah. Maksudnya disini ialah menunjukkan kota yang mewujudkan tamaddun(peradaban) berdasarkan prinsip-prinsip dalam Islam.

Mengapa Agama Islam kembali saya jelaskan adalah agama terbaik dan masih murni, karena agama lain itu namanya saja biasanya diambil dari nama tokoh pembawanya, nama tempat kelahiran tokoh pembawanya atau nama-nama yang berkaitan dengan suku/etnis suatu bangsa. Misalnya Nasrani diambil dari kata daerah Nazariat (Nazaret) tempat Yesus dilahirkan, Budha diambil dari kata sang tokoh pembawanya yaitu Sang Budha(Sidharta Gautama), Hindu berasal dari kata Hindustan tempat lahirnya agama tersebut dan Yahudi diambil dari suku/etnis.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan agama Islam dijelaskan dalam Surah Al Maidah ayat 3, dan ternyata nabi-nabi sebelum beliau itu juga menyampaikan hal yang sama. Misal dalam Surah Yunus ayat 72, Ali Imran ayat 67, Al Baqarah ayat 132&133, Yusuf ayat 191, Al-A'raf 126, Al- Naml ayat 42.

Sekarang mari kita membahas Islam sebagai agama wahyu dimana disebutkan dalam Alqur'an Surah Ali Imran ayat 85, Nama dan Konsep Tuhan berasal dari wahyu (QS. Muhammad ayat 19), tata cara ibadah (ritual) dalam islam juga berasal dari wahyu yang banyaka sekali dijelaskan atau diperintahkan di banyak surah di dalam Alqur'an. Islam juga sebagai model hidup maksudnya disini ialah di tempat yang berbeda ajaran Islam tetap sama misalkan kata ucapan salam dalam Islam di Jakarta tidak berbeda dengan ucapan salam di India atau di Newyork. Islam juga sebagai agama fithrah, final dan benar.

Struktur Worldview Islam, dimana konsep terbawah yaitu konsep Ma'rifatullah atau konsep Tuhan atau juga disebut konsep Tuhan artinya disini kita harus mengenal Tuhan kita dengan sangat baik dan juga diamalkan. Kedua konsep kehidupan yaitu pengamalan/penerapan diteruskan ke Konsep Dunia/Alam lalu berlanjut ke Konsep Manusia beranjak keatas ke Konsep Nilai/Moralitas dan terakhir/teratas merupakan Konsep Ilmu. Jadi semua konsep diatas saling berurutan dan jika salah satunya ada yang hilang maka Konsep Ilmu juga akan berubah juga.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya selain agama Islam, agama lain bukan merupakan agama murni alias agama kebudayaan atau agama hasil campur tangan manusia. Contoh, tahun 1937 rabbi-rabbi Yahudi mengadakan pertemuan di Amerika Serikat dan mendefinisikan Judaisme adalah pengalaman keagamaan sejarah bangsa Yahudi.

Sekarang kita akan membahas konsep manusia sekuler hal ini dikemukakan oleh Ludwig Feurbach (1804-1872) yaitu:

1. Filsafat yang paling tinggi adalah manusia.
2. Agama yang menyembah manusia.
3. Makna sebenarnya teologi adalah antropologi.
4. Agama Kristen sendiri yang menyatakan Tuhan adalah manusia dan manusia adalah Tuhan.
5. Memanusiakan Tuhan dan menuhankan manusia.
6. Memisahkan kehidupan duniawi dari nilai-nilai agama.
7. Sosial, Politik dan Budaya harus dilepaskan dari warna keagamaan.
8. Konsep psikologi kebebasan, keadilan, kebaikan, sistem nilai manusia bukan berasal dari agama.

Manusia sejati itu menurut Imam Al-Ghazali lebih takut matinya hati daripada matinya jasmani.

3 jenis Qalbu (Hati).

1. Qalbu yang dimakmurkan takwa, disucikan dengan riyadhah(olah spiritual)
2. Qalbu yang dipenuhi dengan hawa nafsu dan selalu berbuat akhlak yang tercela, terbuka bagi pintu-pintu setan dan membuat makar.
3. Qalbu yang terombang-ambing, terkadang memenuhi panggilan syahwatnya dan terkadang mengikuti petunjuk iman.

Dalam mempelajari ilmu kita harus berniat bahwa kita menuntut ilmu hanya untuk tujuan Allah semata karena mencari ilmu itu adalah Ibadah dan membahasnya adalah Jihad.

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa ilmu saja tanpa amal menjadi gila dan bila amal tanpa ilmu menjadi sombong.

Demikian yang saya sampaikan mohon maaf bila ada kesalahan kata, kritik dan saran saya tunggu, Terima kasih Wassamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Senin, 21 November 2016

Resume SSPI Pertemuan III

Selamat pagi semua, masih bersama saya Muhammad Aulia kali ini kembali akan menulis tentang review SSPI yang saya Ikutin sabtu lalu. Saya sangat senang karena SSPI ini memberikan terobosan baru bagi para pecinta Sejarah khususnya pecinta Sejarah Islam. Mudah-mudahan ilmu yang kita dapat SSPI bermanfaat bagi kita semua. Amin

Ok langsung ke topik pembahasan dimana kemarin membahas Konsep Tuhan dan Problematika Pluralisme Agama. Kita pertama akan membahas tentang Worldview. Apa itu Worldview? Worldwiew ialah cara seseorang memahami tentang suatu keadaan di luar dirinya. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tradisi, kepercayaan, agama, pendidikan dan kebudayaan.

Sekarang kita akan membahas Konsep Tuhan itu sendiri dimana ini merupakan konsep sentral di setiap agama tidak terkecuali Islam. Ia akan memberikan dampak pada tataran epistemoologi(konsep pengenalan ilmu atau hakikat ilmu itu sendiri), etika dan estetika.

Tentang masalah ghaib atau makhluk ghaib, banyak yang berpendapat bahwa ghaib itu tidak ada bahkan orang barat kebanyakan berpendapat seperti itu. Padahal bukan itu maksudnya ghaib disini artinya ada cuman tidak nyata(tidak dapat dilihat oleh orang awam/kasat mata). Lawannya adalah syahadat.

Kita akan membahas Konsep dari agama-agama yang ada. Pertama kita akan membahas Hindu. Hindu disini mempunyai banyak Tuhan atau Dewa diantaranya, Dewa Brahma, Dewa Siwa dan Dewa Wisnu.

Kedua agama Budha, mereka menganggap Tuhan mereka sesuatu yang tidak dilahirkan, diciptakan, dan sifatnya mutlak. Hampir sama dengan konsep Tuhan Islam, tetapi mereka menyembah patung Budha sedangkan Islam tidak menyembah patung.

Yahudi, dalam agama mereka menyebut Tuhan mereka sebagai Yahweh (Allah Israel) meskipun banyak juga kalangan Yahudi yang menentang penyebutan nama ini karena ini nama sakral. Dalam Perjanjian Lama nama Yahweh diucapkan 6823 kali.

Kristen, dibawa oleh Yesus Kristus dan pada Konsili Nicea tahun 325 M disepakati Yesus menjadi Tuhannya orang Kristen. Dan pada Konsili selanjutnya di Efesus tahun 431 M disepakati bahwa siapa yang menentang kekuasaan kepausan di Roma maka akan dicap bid'ah bahkan kafir. Arius yang mendirikan gereja diluar kepausan juga dianggap demikian. Di Konsili Kalsedon tahun 451 M, akhirnya setelah melalui proses yang panjang disepakati bahwa kutukan terhadapa Arius dihapus karena begitu banyaknya pengikut Arius.

Di Islam sendiri kita beriman berdasarkan syahadat dan dalil, bukan berdasarkan taklid. Apa yang diperintahkan di Al-Qur'an kita harus mengikutinya karena kita sudah berjanji yang diucapkan dalam syahadat ketika kita masuk Islam.

Era modern sekarang, banyak yang berpendapat bahwa keberadaan Agama atau Tuhan harus dihilangkan karena menghilangkan kebebasan. Orang Islam Liberal berpendapat, Tuhan tidak berhak menghukum manusia karena bukan wewenang-Nya karena itu sudah masuk zona private(pribadi). Cak Nur(Nurcholis Madjid) berpendapat bahwa menyembah Tuhan seperti roda dan jari-jari didalamnya. Dan Charles Kimball dalam bukunya "When Religion Becomes Evil" (Ketika Agama menjadi Setan) berpendapat bahwa agama mengajarkan umatnya saja yang benar sementara yang lain salah/sesat.

Dalam hal ini dia menyindir Islam yang menganggap agam selain Islam adalah kafir. Padahal kita mengkafirkan mereka bukan sembarang mengkafirkan karena itu perintah Allah langsung lewat Alqur'an tetapi Allah juga menjelaskan di dalam Alqur'an bahwa kita pun juga tidak boleh memaksa pemeluk agama lain untuk masuk agama kita dan bahkan mengutuk keras.

Kita sekarang akan membahas Konsep Tuhan dalam Islam. Dimana ialah tersimpul dalam kalimat tauhid La ilahailla Allah (Tiada Tuhan selain Allah).

Ubudiyyah adalah inti ajaran semua Rasul. Bahwa Allah satu-satunya yang wajib disembah tidak ada yang lain. Keyakinan ini tersimpul dalam kalimat La Ilahailla Allah yang bermaksud kita sebagai abdun(hamba) yang hanya menyembah kepada Allah dan bukan yang lainnya.

Tujuan Ibadah diantaranya, mensucikan(purifikasi) diri dan Taqarrub illaallah (mendekatkan diri kepada Allah).

Sekarang kita akan membahas tentang pluralisme dimana paham ini menganggap bahwa semua agama di dunia ini sama, yaitu mengajak ke jalan kebaikan. Memang benar, semua agam pasti mengajarkan kebaikan namun dia melupakan konsep Tuhannya. Dimana Tuhan setiap agama berbeda-beda.

Pandangan Islam tentang Pluralisme. Secara historis, Andaikan semua agama sama, Rasulullah Saw dan para sahabat tidak akan mau melakukan pengorbanan yang sedemikian rupa seperti berperang dan menyerahkan harta di jalan Allah. Secara teologis, Pernyataan di Surah Al-kafirun sudah cukup jelas, yaitu bagiku agamaku, bagimu agamamu.

Sekarang kita akan membahas Konsep Wahyu dimana secara harfiah ialah isyarat, tulisan, ucapan, bisikan/sekadar pemberitahuan berbentuk suara (verbal) atau gerak tubuh (non verbal). Menurut Istilah yaitu pemberitahuan secara rahasia, tersembunyi, cepat, dan khusus kepada orang-orang tertentu berupa bisikan naluri yang lawannya adalah bisikan setan(was-was).

Ok hanya itu yang bisa saya sampaikan. Mohon dimaafkan jika ada kesalahan kata, Terima kasih Wassamualaikum Wr.Wb.